7 Langkah Membuat Website yang Benar: Urutan yang Sering Dilewati
Tim BuatWeb
Penulis di BuatWeb.site
Satu penyebab paling umum website UMKM gagal bukan karena tampilannya jelek atau platformnya salah. Melainkan karena urutannya terbalik.
Banyak yang langsung masuk ke tahap desain sebelum tahu tujuan websitenya. Atau membeli domain sebelum memutuskan platformnya. Atau meluncurkan website sebelum mengoptimasi untuk Google. Akibatnya, waktu dan uang terbuang, hasilnya tidak memuaskan, dan semangat membuat website pun surut.
Tujuh langkah ini disusun berdasarkan urutan yang benar. Ikuti urutannya, dan prosesnya akan jauh lebih lancar.
Langkah 1: Tentukan Tujuan dan Jenis Website
Ini adalah langkah yang paling sering dilewati karena terasa seperti membuang waktu. Padahal ini adalah fondasi dari segalanya.
Tanyakan pada diri sendiri satu pertanyaan: apa yang ingin saya capai dengan website ini dalam enam bulan ke depan?
Jawabannya akan menentukan segalanya: struktur halaman, jenis konten, fitur yang dibutuhkan, dan platform yang paling tepat.
Kalau tujuannya adalah mendapat lebih banyak pelanggan lokal yang mencari jasa Anda di Google, website company profile dengan SEO yang dioptimasi untuk kata kunci lokal adalah prioritasnya. Kalau tujuannya adalah berjualan produk secara online, struktur toko online dengan halaman produk yang lengkap adalah yang dibutuhkan. Kalau tujuannya adalah membangun kredibilitas untuk klien korporat, company profile yang menampilkan portofolio dan testimoni yang kuat adalah jawabannya.
Satu website bisa menggabungkan beberapa tujuan, tapi harus ada satu tujuan utama yang menjadi prioritas. Tanpa itu, website Anda akan mencoba melakukan segalanya dan akhirnya tidak efektif di satu pun.
Langkah 2: Riset Kata Kunci Sederhana
Langkah ini sering dilewati pemula, padahal hasilnya langsung memengaruhi apakah website Anda bisa ditemukan calon pelanggan atau tidak.
Riset kata kunci bukan hanya untuk yang ingin website-nya ranking tinggi di Google. Ini adalah cara memahami bahasa yang dipakai calon pelanggan Anda ketika mencari produk atau jasa yang Anda tawarkan.
Caranya sederhana. Buka Google dan ketikkan kata kunci yang menggambarkan bisnis Anda. Perhatikan saran otomatis yang muncul saat mengetik, karena itu mencerminkan pencarian yang paling sering dilakukan orang. Lihat juga bagian “Orang juga mencari” di bagian bawah halaman hasil pencarian.
Kumpulkan 10–20 frasa yang relevan. Kelompokkan berdasarkan topik. Frasa-frasa ini nantinya menjadi panduan dalam menulis konten di setiap halaman website Anda.
Misalnya, pemilik jasa katering di Jakarta mungkin menemukan bahwa orang mencari “katering pernikahan Jakarta”, “katering nasi box Jakarta murah”, dan “katering kantor Jakarta”. Ketiga frasa ini harus muncul secara alami di halaman-halaman relevan website mereka.
Langkah 3: Pilih dan Daftarkan Domain
Setelah tujuan dan kata kunci ada, baru memilih nama domain.
Domain yang baik punya beberapa karakteristik. Singkat dan mudah dieja, idealnya tidak lebih dari tiga kata. Mencerminkan nama brand atau bisnis Anda, bukan nama generik yang tidak ada kaitan. Tidak mengandung angka atau tanda hubung yang membingungkan saat diucapkan.
Untuk ekstensi, .com tetap yang paling universal dan mudah diingat. .id cocok untuk bisnis yang ingin memperkuat identitas Indonesia-nya. Untuk bisnis lokal yang kuat, .co.id memberikan kesan yang lebih formal.
Setelah menemukan nama yang pas, daftarkan segera. Nama domain yang bagus bisa diambil orang lain kapan saja. Biayanya Rp150 ribu–Rp350 ribu per tahun, investasi kecil untuk identitas online yang akan menemani bisnis Anda bertahun-tahun.
Untuk pemahaman lebih dalam tentang cara kerja domain, baca apa itu domain.
Langkah 4: Pilih Hosting yang Sesuai
Hosting adalah tempat seluruh file website Anda tersimpan dan diakses dari internet. Pemilihan hosting yang tepat menentukan kecepatan dan keandalan website Anda.
Untuk UMKM yang baru memulai, shared hosting sudah lebih dari cukup dari sisi kapasitas. Yang perlu Anda perhatikan adalah kecepatan server, rekam jejak uptime (idealnya di atas 99.9%), lokasi server yang sebaiknya dekat dengan target pasar Anda, dan kualitas dukungan teknisnya.
Hindari hosting yang terlalu murah tanpa jelas siapa di baliknya. Hosting yang sering down atau lambat akan merusak pengalaman pengunjung dan peringkat Google Anda sekaligus.
Untuk penjelasan lebih lengkap soal cara kerja hosting, baca apa itu hosting.
Langkah 5: Bangun Struktur dan Desain Website
Baru di langkah kelima ini Anda mulai membangun websitenya secara fisik. Perhatikan bahwa ada empat langkah yang harus diselesaikan lebih dulu.
Mulai dengan menyusun sitemap sederhana: daftar semua halaman yang akan ada di website Anda dan bagaimana hubungannya satu sama lain. Ini tidak harus rumit. Untuk UMKM, biasanya cukup: beranda, tentang kami, produk/layanan, testimoni, kontak, dan blog.
Kemudian pilih platform atau cara membangunnya. Ada beberapa pilihan yang masing-masing punya karakteristiknya sendiri. Perbandingan lengkap tersedia di tools membuat website.
Saat memilih desain atau template, prioritaskan fungsionalitas di atas estetika. Website yang terlihat sederhana tapi mudah dipakai jauh lebih efektif daripada website yang sangat indah tapi membingungkan pengunjung.
Perhatikan juga tampilan di ponsel dari awal. Lebih dari 70% pengguna internet Indonesia mengakses website dari ponsel. Website yang berantakan di layar kecil kehilangan sebagian besar potensi pengunjungnya sejak hari pertama. Kalau Anda berencana mengerjakan sebagian proses ini dari ponsel, ada panduan khusus tentang membuat website lewat HP beserta batas-batasnya yang perlu diketahui sejak awal.
Tim kami di BuatWeb.site mengerjakan desain dan pengembangan website UMKM dengan pendekatan yang sudah teruji. Lihat paket layanan kami dan tentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Langkah 6: Isi Konten dan Optimalkan untuk Google
Setelah struktur dan desain siap, ini waktunya mengisi konten. Dan konten bukan hanya teks, tapi keseluruhan informasi yang disajikan di website Anda.
Untuk setiap halaman, pastikan hal-hal ini terpenuhi.
Judul halaman yang jelas dan mengandung kata kunci. Judul adalah elemen pertama yang dibaca Google dan pengunjung. Buat judul yang menjelaskan isi halaman secara akurat.
Deskripsi meta yang menarik. Ini adalah kalimat yang muncul di bawah judul di hasil pencarian Google. Tulis dengan menarik karena ini yang mendorong orang mengklik ke website Anda.
Konten yang menjawab pertanyaan pengunjung. Tulis dengan bahasa yang sama seperti yang dipakai calon pelanggan Anda, bukan bahasa teknis atau korporat yang kaku.
Foto dengan kualitas yang baik. Foto produk atau bisnis yang jelas dan relevan meningkatkan kepercayaan dan waktu pengunjung di halaman Anda.
Ajakan bertindak yang jelas di setiap halaman. Setiap halaman harus mengarahkan pengunjung ke satu langkah berikutnya, apakah itu menghubungi Anda, melihat produk lain, atau melakukan pembelian.
Setelah konten siap, daftarkan website Anda ke Google Search Console. Ini langkah gratis yang memungkinkan Google menemukan dan mengindeks halaman-halaman Anda dengan benar. Panduan lengkapnya ada di cara website muncul di Google.
Langkah 7: Uji, Luncurkan, dan Pantau
Sebelum mengumumkan website Anda ke dunia, lakukan pemeriksaan menyeluruh.
Buka website dari HP dan dari komputer. Pastikan tampilannya rapi di keduanya. Klik semua tombol dan tautan. Pastikan semuanya berfungsi, terutama tombol WhatsApp, formulir kontak, dan tautan navigasi.
Periksa kecepatan loading halaman. Halaman yang lambat dimuat membuat pengunjung pergi sebelum sempat melihat apa yang Anda tawarkan. Ada alat gratis dari Google yang bisa mengukur kecepatan website Anda dan memberikan rekomendasi perbaikan.
Minta dua atau tiga orang yang mewakili target pelanggan Anda untuk mencoba website-nya. Amati di mana mereka bingung, apa yang mereka cari tapi tidak ketemu, dan informasi apa yang mereka rasakan kurang. Sudut pandang orang luar sangat berharga sebelum peluncuran resmi.
Setelah semua pemeriksaan selesai, luncurkan. Umumkan ke pelanggan yang sudah ada, bagikan di media sosial, dan cantumkan alamat website di semua materi bisnis Anda: kartu nama, kemasan produk, struk, dan profil media sosial.
Setelah diluncurkan, pekerjaan belum selesai. Pantau data pengunjung secara berkala. Perhatikan halaman mana yang paling sering dikunjungi, dari mana pengunjung datang, dan di halaman mana mereka paling sering keluar. Data ini adalah panduan Anda untuk perbaikan yang terus-menerus.
Kesalahan yang Membuat Prosesnya Lebih Lama dari Seharusnya
Banyak orang menghabiskan waktu lebih lama dari perlu karena beberapa jebakan ini.
Perfeksionisme yang melumpuhkan. Menunggu website “sempurna” sebelum diluncurkan biasanya berarti menunggu selamanya. Website yang diluncurkan dalam kondisi 80% dan terus diperbaiki jauh lebih berguna daripada yang tidak pernah jadi.
Berganti-ganti platform di tengah jalan. Memilih platform baru setelah separuh pekerjaan selesai di platform lama adalah penghambur waktu terbesar. Komit ke satu pilihan dari awal berdasarkan riset, lalu lanjutkan.
Mengerjakan desain sebelum kontennya siap. Mendesain website tanpa konten yang nyata membuat hasilnya tidak realistis. Siapkan dulu foto, teks, dan informasi yang akan diisi, baru mulai mendesain.
Tidak mendaftarkan ke Google Search Console. Langkah gratis ini sering dilewati, padahal tanpanya Google butuh waktu jauh lebih lama untuk menemukan dan mengindeks website Anda.
Tidak mengecek tampilan mobile. Membuat website di komputer dan hanya mengecek di komputer adalah kesalahan yang terlihat mudah dihindari, tapi masih sering terjadi.
Berapa Lama Tujuh Langkah Ini?
Jika dikerjakan sendiri sambil belajar: bisa dua minggu hingga dua bulan, tergantung waktu yang bisa Anda luangkan dan seberapa cepat Anda menguasai platform yang dipilih.
Jika menggunakan jasa profesional: biasanya satu hingga dua minggu untuk website UMKM standar. Yang paling sering memperlambat proses bukan kemampuan teknis timnya, tapi kelengkapan bahan dari klien. Foto produk, teks tentang bisnis, dan daftar layanan yang sudah siap sejak awal membuat prosesnya jauh lebih cepat.
Menyiapkan Konten Sebelum Membangun Website
Kesalahan yang paling memperlambat proses pembuatan website adalah memulai desain sebelum konten siap. Akibatnya, desainer mengisi halaman dengan teks placeholder, lalu semua harus direvisi ulang saat konten asli masuk. Waktu terbuang, hasilnya sering tidak proporsional.
Siapkan dulu bahan-bahan berikut sebelum pembangunan website dimulai:
Foto bisnis dan produk. Anda tidak perlu kamera profesional, tapi butuh foto yang jernih dengan pencahayaan cukup. Foto dengan kamera ponsel modern sudah memadai jika diambil di dekat sumber cahaya alami dan latar belakang yang bersih. Siapkan foto tampilan tempat usaha, produk dari beberapa sudut, dan jika memungkinkan, foto Anda atau tim sedang bekerja.
Teks untuk tiap halaman. Tulis draf singkat untuk setiap halaman yang akan ada: deskripsi bisnis untuk halaman Beranda, cerita singkat untuk halaman Tentang Kami, penjelasan setiap produk atau layanan lengkap dengan harga jika berlaku, dan informasi kontak yang lengkap.
Logo dalam format digital. Jika belum punya logo, ini saat yang tepat untuk membuatnya. Logo dalam format PNG dengan latar transparan paling fleksibel untuk berbagai kebutuhan website.
Konten yang siap sejak awal memangkas waktu pengerjaan website secara nyata dan menghasilkan tampilan akhir yang jauh lebih proporsional.
Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Setiap Langkah
Tiap langkah dalam proses pembuatan website membawa komponen biaya yang berbeda. Memahaminya sejak awal mencegah kejutan di tengah jalan.
Domain di langkah ketiga biayanya Rp150 ribu sampai Rp350 ribu per tahun. Hosting di langkah keempat sekitar Rp300 ribu sampai Rp1,5 juta per tahun untuk paket yang layak bagi UMKM.
Biaya terbesar ada di langkah kelima, yaitu desain dan pembangunan website. Jika dikerjakan sendiri lewat platform website builder, ada biaya langganan bulanan. Jika menggunakan jasa profesional, biaya umumnya di kisaran Rp1,5 juta ke atas tergantung kompleksitas. Detail lengkap perbandingan biaya tersedia di biaya pembuatan website.
Konten di langkah keenam bisa tidak berbayar jika Anda mengerjakannya sendiri, atau ada biaya jika menggunakan jasa penulis atau fotografer profesional.
Satu hal yang sering tidak diantisipasi: biaya perawatan tahunan setelah website jadi, meliputi perpanjangan domain, hosting, dan pembaruan sistem. Angkanya jauh lebih kecil dari biaya awal, tapi perlu dianggarkan agar website tidak tiba-tiba mati karena lupa diperpanjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah urutan langkah ini wajib diikuti persis?
Sangat disarankan, terutama untuk empat langkah pertama. Menentukan tujuan, riset kata kunci, memilih domain, dan memilih hosting adalah keputusan yang saling mempengaruhi. Mengubah keputusan di salah satunya setelah langkah selanjutnya sudah berjalan bisa menyebabkan pekerjaan ulang yang signifikan.
Bisakah langkah riset kata kunci dilewati?
Bisa, tapi risikonya website Anda tidak akan ditemukan calon pelanggan lewat Google. Kalau Anda tidak berencana mendapat pengunjung dari Google, riset kata kunci memang tidak terlalu krusial. Tapi jika Anda ingin traffic organik, ini adalah investasi waktu yang sangat menguntungkan.
Apakah website perlu blog dari awal?
Tidak harus dari hari pertama. Fokus dulu pada halaman-halaman utama yang memastikan website bisa berfungsi untuk bisnis Anda. Tambahkan blog setelah website dasar sudah stabil dan Anda punya kapasitas untuk mengisinya secara konsisten.
Berapa halaman minimal untuk website UMKM yang efektif?
Lima halaman sudah cukup untuk memulai: beranda, tentang, produk/layanan, testimoni, dan kontak. Kualitas dan kejelasan konten di lima halaman itu jauh lebih penting dari banyaknya halaman.
Kapan sebaiknya mempertimbangkan jasa profesional?
Jika Anda tidak punya waktu untuk belajar platform baru, jika bisnis Anda sudah berjalan dan setiap hari tanpa website berarti peluang yang hilang, atau jika Anda sudah mencoba sendiri tapi hasilnya belum memuaskan. Di titik-titik itu, nilai waktu Anda lebih besar dari selisih biaya.
Mulai dari Langkah Pertama
Tujuh langkah ini tidak harus dikerjakan sekaligus. Mulai dari langkah pertama hari ini: tulis tujuan utama website Anda dalam satu kalimat. Itu saja sudah lebih jauh dari kebanyakan orang yang masih menimbang-nimbang. Untuk panduan yang lebih mendalam tentang setiap langkahnya termasuk pilihan platform dan biaya yang realistis, baca juga artikel cara membuat website dari nol untuk pemula.
Jika Anda ingin memastikan setiap langkahnya dikerjakan dengan benar sejak awal, hubungi tim kami untuk konsultasi gratis. Kami bantu menentukan pendekatan yang paling sesuai untuk bisnis Anda, apakah itu mengerjakan sendiri dengan panduan kami atau menyerahkan seluruh prosesnya ke tim profesional.